Rabu, 31 Oktober 2012

Elegi Janji

Hai selamat siang, mau cerita dikit nih....

Waktu itu gue sempet dapet tugas dari guru Bahasa Indonesia gue yaitu suruh bikin PUISI ..  dalam waktu 45menit.. Seketika gue diem. secara gue bukan orang yang PUITIS.. Jadi dalam waktu 45menit itu gue pake buat nulis seadanya.. selanjutnya gue lanjutin dirumah karna waktunya gacukup. Gue coba nulis apa aja yang ada diotak gue. Syukur-syukur otak gue lagi jernih gaada yang dipikirin jadi bisa nulis kaya gini deh..

Ini dia puisi gue

Elegi Janji

Aku yang tak pernah berjanji
Seperti Matahari, Atau Bulan, Atau Bintang
Atau Embun, Atau Sungai, Atau Api
Atau Langit, Atau Cinta..
Atau Pucuk Bunga, Atau Tunas Kelapa,
Atau genderang Pustaka, Atau do'a seluruh Orang tua,
Atau, Atau, Atau
Aku tak mau berjanji

Aku yang tak pernah berjanji

Pagi hati ketika segelas teh mengepulkan
aroma disudut dapur kecil berpetak 4.
Aku selalu melihat matahari.
Dari celah eternit bocor,
dimakan usang masa lalu
Aku sadar, Bukankah kemarin matahari
tak berjanji datang pagi ini?Kemarinnya juga, dan kemarinnya,
dan kemarinnya lagi, bahkan kemarin-kemarin
ketika eternit belum ternodai
Dia tak berjanji datang lagi.

Tapi dia disini Siang ini.
menemani aku menghirup aroma teh disudut dapur kecil.
Aku tak mau berjanji

Aku yang tak perah berjanji.
seperti kelapa tua yang terabaikan karna rupa.
Ditaman penuh bunga, dia hampir mati, tapi tidak sebelum tunas itu unjuk diri.
Tunas itu tak pernah berjanji menghibur induknya yang hampir mati.
Tapi dia percaya.
Tunas itu tumbuh, menunjukan dirinya.
Tunas tak berjanji unjuk diri.

Tapi dia sekarang berdiri.
Tumbuh melambaikan diri ditaman penuh bunga,
melihat juga matahari yang aku lihat di celah eternit bocor Siang itu.
Aku tak mau berjanji.

Aku yang tak pernah berjanji.
Untuk menghias jalan yang akan kita lalui, dengan kepingan kecil matahari
atau nyiur teduh daun kelapa disetiap sisi kanan dan kiri,
atau bendi-bendi yang setia menjemput jejak kaki
dimana kau hendak menari.
Aku tak akan berjanji.
Karna bukti akan datang seperti Matahari, atau Bulan, atau Bintang,
atau Embun, atau Sungai, atau Api, atau Langit, atau Cinta.
Atau Pucuk Bunga, aau Tunas Kelapa, atau genderang pustaka, 
atau do'a seluruh orang tua, atau, atau, atau.
Atau Cinta?

Pasti.


Itu dia sedikit puisi dari gue.. sebenernya disitu ada kata-kata yang dibantu kaka gue. Gue juga gangerti kenapa gue bisa nulis gini.. Hm sulit dicerna emang rada ganyambung. tapi yaudahlah namanya juga usaha.... Masih muda banyak yang masih mau dibangun hehehe. dah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...